Langsung ke konten utama

MAKALAH "PERSEPSI GURU TERHADAP TANTANGAN DAN PELUANG ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH ALMAARIF SINGOSARI"

 

PERSEPSI GURU TERHADAP TANTANGAN DAN PELUANG

ARTIFICIAL INTELLIGENCE

DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

DI MADRASAH ALIYAH ALMAARIF SINGOSARI

 

 

 



 

 

 

Tugas Makalah Bahasa Indonesia

 

 

Disusun oleh:

 

Aulia Carissa Putri Zuhri (10)

Ainun Nadifah (4)

 

 

 

 

MADRASAH ALIYAH ALMAARIF SINGOSARI

Kab. MALANG

2024


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Esa yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan sehingga kami diberi kesempatan yang luar biasa, yaitu kesempatan untuk menyelesaikan penelitian yang berjudulPersepsi Guru Terhadap Tantangan Dan Peluang Artificial Intelligence Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari”.

 

Sekaligus pula kami menyampaikan rasa terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada guru pembimbing dan penanggung jawab yang karena mereka penelitian ini bisa terselesaikan.

 

Kami juga berharap dengan sungguh-sungguh supaya penelitian ini mampu berguna serta bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus wawasan bagi semua pihak yang membaca.

 

Selain itu kami juga sadar bahwa pada penelitian kami ini dapat ditemukan banyak sekali kekurangan serta jauh dari kesempurnaan.  Kami berharap penelitian kami ini dapat dimengerti oleh setiap pihak yang membaca. Kami pun memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penelitian kami terdapat perkataan yang tidak berkenan di hati.

 

Malang. 09 Maret 2024

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... ..... i

DAFTAR ISI................................................................................................... .... ii

Abstrak............................................................................................................ ... iv

BAB I PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang............................................................................................. .... 1

2.    Rumusan Masalah........................................................................................ .... 3

3.    Tujuan Penelitian......................................................................................... .... 3

4.    Manfaat Penelitian....................................................................................... .... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.    Pengetian dan Konsep Dasar Artificial Intelligence......................................... 3

2.    Peran Artificial Intelligence dalam Pendidikan................................................ 5

3.    Persepsi Guru Terhadap Teknologi dalam Pendidikan.................................... 5

4.    Persepsi Guru Terhadap Artificial Intelligence dan Integrasinya dalam Proses Pembelajaran di Kelas  ..................................................................................................................... 5

BAB III METODE PENELITIAN.................................................................... 6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

1.    Persepsi Guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari Terhadap Penggunaan Artificial Intelligence dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan................................................................. .... 6

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN........................................................ .... 9

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... .. 12

 

 

 

 

 


PERSEPSI GURU TERHADAP TANTANGAN DAN PELUANG

ARTIFICIAL INTELLIGENCE

DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

DI MADRASAH ALIYAH ALMAARIF SINGOSARI

 

BAB 1.    PENDAHULUAN

 

1.    Latar Belakang

Pendidikan adalah salah satu bidang yang terus berkembang dengan cepat seiring dengan kemajuan teknologi digital. Era digital telah mengubah cara belajar mengajar dan memperkenalkan tantangan baru bagi guru. Di tengah perubahan yang terjadi, penggunaan teknologi. Artificial Intelligence (AI) telah menjadi topik yang semakin menarik perhatian dalam konteks Pendidikan (Mambu dkk., 2023). Perkembangan  kecerdasan  buatan  telah  memfasilitasi  penerapan  berbagai  sistem  yang  telah  terbukti menjadi  sumber  daya  pendidikan  yang  sangat  canggih.  Peralatan  sistem kecerdasan buatan  telah  membantu  meningkatkan  tingkat pendidikan (Manongga dkk., 2022). Kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI)  membuka peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pengembangan kompetensi (skills) yang diperlukan di abad ke-21

 

Dalam ranah pendidikan, seringkali muncul permasalahan terkait dengan pola pembelajaran, mencakup metode dan strategi pembelajaran yang dirasa belum memadai. Peserta didik sering kali menghadapi kesulitan dalam memahami materi yang diberikan. Perlu ditekankan bahwa kesulitan ini tidak semata-mata disebabkan oleh pendidik atau peserta didik, melainkan merupakan tantangan intrinsik dalam sistem pendidikan. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan suatu sistem inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pola berpikir dan kompetensi pembelajaran, dengan tujuan mengurangi hambatan dalam pemahaman materi. Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Salah satu pendekatan yang menjanjikan untuk mendukung upaya perbaikan ini adalah penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), sebagaimana disarankan oleh penelitian sebelumnya (Mulianingsih dkk., 2020). Dalam konteks ini, teknologi AI dapat digunakan sebagai alat yang mendukung pembelajaran dan meningkatkan efektivitas proses pendidikan secara keseluruhan.

 

Selain tantangan dan peluang, keberhasilan penerapan AI dalam pendidikan juga bergantung pada persepsi guru terhadap AI. Persepsi guru dapat mempengaruhi bagaimana mereka menggunakan AI dalam pembelajaran. Guru yang memiliki persepsi positif terhadap AI akan lebih terbuka untuk menggunakan AI dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, guru yang memiliki persepsi negatif terhadap AI akan lebih enggan untuk menggunakan AI dalam pembelajaran. Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa beberapa guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari mengimplementasikan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari memiliki kepedulian terhadap perkembangan teknologi dan inovasi. Ada dua faktor utama terkait urgensi penelitian tentang AI dalam pendidikan di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari menjadi relevan. Pertama, penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana AI diterapkan dalam proses pembelajaran di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari. Kedua, hal ini dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain yang ingin menerapkan AI dalam proses pembelajaran.

 

Untuk mengetahui persepsi guru terhadap penggunaan AI dalam meningkatkan mutu pendidikan, peneliti melakukan wawancara kepada guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari. Wawancara akan dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi guru tentang AI, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut. Serta untuk mendapatkan gambaran umum tentang persepsi guru terhadap AI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dengan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang persepsi guru terhadap penggunaan AI dan tantangan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan AI pada proses pembelajaran.

 

 

2.    Rumusan Masalah

a.    Bagaimana Persepsi Guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari terhadap penggunaan AI dalam meningkatkan mutu pendidikan?

 

3.    Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui persepsi guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari terhadap penggunaan Artificial Intelligence dalam meningkatkan mutu pendidikan

 

4.    Manfaat Penelitian

a.    Manfaat teoritis

Penelitian ini dapat memperkaya literatur akademik dalam bidang pendidikan dan teknologi dengan menyediakan pemahaman yang lebih dalam tentang persepsi guru terhadap tantangan dan peluang Artificial Intelligence dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru terhadap AI. 

 

b.    Manfaat praktis

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai panduan bagi para tenaga didik di sekolah, untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dengan memanfaatkan potensi AI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2.    TINJAUAN PUSTAKA

 

1.    Pengertian dan Konsep Dasar Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) atau dalam bahasa Indonesia disebut Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang ilmu komputer yang mempelajari bagaimana cara membuat komputer dapat bertindak selayaknya manusia. Yakni, berpikir, bertindak dan mengambil sebuah keputusan. Menurut Turban (1995), Artificial Intelligence adalah Ilmu yang mempelajari cara membuat komputer dapat bertindak dan memiliki kecerdasan seperti manusia  (Salamadian, 2021). Artificial   Intelligence   merupakan kecerdasan yang  ditambahkan  kepada  suatu  sistem  yang bisa   diatur   dalam   konteks   ilmiah   atau   didefinisikan  sebagai  kecerdasan entitas   ilmiah. Andreas   Kaplan   dan Michael Haenlein mendefinisikan   kecerdasan   buatan sebagai “kemampuan system untuk menafsirkan data  eksternal  dengan  benar,  untuk  belajar  dari data  tersebut,  dan  menggunakan  pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel (Siahaan dkk., 2020).

 

Di dunia pendidikan penggunaan AI dapat membantu pelajar dalam mengontrol dan memantau pembelajaran mereka sendiri, memungkinkan mereka untuk hidup dan bekerja dengan baik serta mandiri di masa depan. Selain itu, kecerdasan artifisial di masa depan akan mengarah ke precision learning. Nantinya pembelajaran tidak hanya memperhitungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, namun juga memperhitungkan behaviour atau kebiasaan siswa sehari-hari (SMP, 2023). AI  sudah  memberi  dampak  positif  dalam  banyak aspek  kehidupan  manusia yaitu dalam ekonomi,  pendidikan,  pemerintahan,  hingga  pertahanan  dan keamanan.  Namun,  AI  bagaikan  dua  sisi  mata  uang  yang  juga  memberikan  dampak  negatif (Pabubung, 2021).

 

Menurut laporan Google: Future of Education yang dirilis oleh Google Indonesia pada 22/5/2023, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk di Indonesia. Shantanu Sinha, Wakil Presiden Google for Education, menjelaskan bahwa AI memiliki sejumlah keuntungan dan dampak negatif dalam konteks pendidikan. Dia mengungkapkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan dan membantu dalam digitalisasi pendidikan. Namun demikian, perlu diwaspadai bahwa penggunaan AI juga memiliki dampak negatif. Salah satunya adalah ketergantungan terhadap AI oleh guru dan siswa, yang dapat mengurangi kemampuan belajar mereka. Selain itu, AI juga memiliki potensi untuk mengendalikan kebijakan pendidikan nasional dan meningkatkan plagiarisme serta melemahkan potensi peserta didik dan tenaga pengajar (Ayu, 2023).

 

2.    Peran Artificial Intellignce dalam Pendidikan

Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pendidikan telah menjadi perhatian yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. AI memiliki potensi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, memberikan personalisasi dalam pembelajaran, serta mengidentifikasi kebutuhan individu siswa. Selain itu, AI juga dapat membantu dalam pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pendidikan. Implementasi AI dalam pendidikan juga mencakup analisis data yang dapat membantu sekolah dan lembaga pendidikan dalam membuat keputusan yang lebih baik (Siemens, 2013).

 

3.    Persepsi Guru Terhadap Teknologi dalam Pendidikan

Persepsi guru terhadap teknologi dalam pendidikan memainkan peran penting dalam adopsi dan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Studi menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki sikap positif terhadap penggunaan teknologi dalam pengajaran. Namun, mereka juga dapat menghadapi hambatan seperti kurangnya keterampilan teknologi dan ketidakpastian tentang bagaimana mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum. Persepsi guru terhadap teknologi dapat dipengaruhi oleh pelatihan yang mereka terima, dukungan dari sekolah, dan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi teknologi (Ertmer, 2005).

 

 

4.    Persepsi Guru Terhadap Artificial Intelligence dan Integrasinya dalam Proses Pembelajaran di Kelas

Sejumlah penelitian sebelumnya telah menginvestigasi persepsi guru terhadap penggunaan AI dalam kelas. Hasil penelitian ini bervariasi, tetapi secara umum menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki minat dan antusiasme terhadap integrasi AI dalam pembelajaran. Namun, ada juga beberapa kekhawatiran, seperti kehilangan pekerjaan atau penggantian peran guru oleh teknologi. Penelitian sebelumnya juga menyoroti pentingnya pelatihan dan dukungan yang diberikan kepada guru dalam mengadopsi AI dalam pengajaran (Blikstein dkk., 2014).

 

BAB 3.    METODE PENELITIAN

 

Penelitian ini menerapkan metode penelitian jenis kualitatif melalui studi pustaka dan studi lapangan. Hasil dan pembahasan penelitian ini mencakup ulasan tentang metode penelitian kualitatif, studi pustaka, studi lapangan, dan gabungan keduanya. Proses penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Almaarif, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Studi ini berupa wawancara terhadap Guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari.

 

BAB 4.    HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Persepsi Guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari terhadap penggunaan Artificial Intelligence dalam meningkatkan mutu pendidikan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari, persepsi guru terhadap penggunaan AI dalam meningkatkan mutu pendidikan secara umum adalah positif. Sebagian besar guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari berpendapat bahwa AI memiliki potensi untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam berbagai aspek, termasuk akses, kualitas, efisiensi, dan keterlibatan siswa. Salah satu temuan utama adalah guru-guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari melihat AI sebagai alat yang dapat membantu dalam mencapai tujuan pendidikan. Selain itu, mereka melihat bahwa AI merupakan sarana personalisasi yang dapat mendesain model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang menggaris bawahi kemampuan AI untuk memberikan pembelajaran yang disesuaikan dengan kapasitas dan tingkat pemahaman masing-masing siswa (Siemens, 2013).

 

Dalam aspek akses, Guru-guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari percaya bahwa AI dapat digunakan untuk menyediakan pembelajaran yang lebih terjangkau dan merata. Misalnya, AI dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi belajar mandiri yang dapat diakses oleh siswa dari mana saja dan kapan saja. Aplikasi ini dapat digunakan oleh siswa untuk belajar materi pelajaran secara mandiri diluar sekolah tanpa harus bergantung pada guru. Hal ini dapat membantu siswa yang tinggal di daerah terpencil atau yang memiliki keterbatasan akses ke pendidikan formal. Hal ini juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, sebagai contoh AI dapat digunakan untuk mengembangkan sistem pembelajaran adaptif yang dapat menyesuaikan materi dan aktivitas pembelajaran dengan kebutuhan dan gaya belajar masing-masing siswa. Sistem ini dapat membantu siswa untuk belajar dengan lebih efektif dan efisien.

 

Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk mengembangkan alat-alat bantu pembelajaran yang dapat membantu guru dalam mengajar. Alat-alat bantu pembelajaran ini dapat membantu guru untuk menghemat waktu dan energi, sehingga para guru dapat lebih fokus pada interaksi dengan siswa. AI juga dapat digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih personal kepada siswa. Misalnya, AI dapat digunakan untuk melacak kemajuan belajar siswa dan menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan masing-masing siswa.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 5.    KESIMPULAN DAN SARAN

 

Berdasarkan hasil penelitian di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Persepsi guru terhadap penggunaan AI dalam meningkatkan mutu pendidikan secara umum adalah positif. Guru-guru melihat AI sebagai alat yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam berbagai aspek, termasuk akses, kualitas, efisiensi, dan keterlibatan siswa. Mereka mengakui nilai AI dalam personalisasi pembelajaran, peningkatan efisiensi, dan peningkatan interaksi yang lebih personal dengan siswa. Ini mencerminkan kesadaran akan potensi positif AI dalam dunia pendidikan.

 

Untuk mengatasi tantangan ini, langkah-langkah seperti pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan AI dalam pembelajaran. Penting untuk memastikan bahwa sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan AI dalam pembelajaran tersedia secara memadai. Hal ini mencakup memastikan akses ke perangkat digital dan dukungan teknis yang diperlukan untuk mengimplementasikan AI dengan lancar. Kebijakan pendidikan perlu disesuaikan untuk mendukung penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran. Ini mencakup menghapuskan hambatan yang mungkin menghambat penggunaan perangkat digital di kelas dan menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi teknologi dalam pendidikan. Selain itu, kolaborasi antar guru dan institusi pendidikan dapat memperkaya pemahaman dan solusi yang efektif dalam penggunaan AI dalam pembelajaran.

 

 

 

.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ayu, A. (2023). AI Dalam Pendidikan: Berdampak Positif atau Berdampak Negatif. https://www.kompasiana.com/. https://www.kompasiana.com/ayuannisa6729/64b2293f4addee0d5e61ef32/ai-dalam-pendidikan-berdampak-positif-atau-berdampak-negatif

Blikstein, P., Worsley, M., Piech, C., Sahami, M., Cooper, S., & Koller, D. (2014). Programming pluralism: Using learning analytics to detect patterns in the learning of computer programming. Journal of the Learning Sciences, 23(4), 561–599.

Mambu, J. G. Z., Pitra, D. H., Ilmi, A. R. M., Nugroho, W., Leuwol, N. V, & Saputra, A. M. A. (2023). Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) Dalam Menghadapi Tantangan Mengajar Guru Di Era Digital. Journal On Education, 6(1), 2689–2698.

Manongga, D., Rahardja, U., Sembiring, I., Lutfiani, N., & Yadila, A. B. (2022). Dampak Kecerdasan Buatan Bagi Pendidikan. ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal, 3(2), 41–55.

Mulianingsih, F., Anwar, K., Shintasiwi, F. A., & Rahma, A. J. (2020). Artificial Intellegence dengan Pembentukan Nilai dan Karakter di Bidang Pendidikan. IJTIMAIYA: Journal of Social Science Teaching, 4(2), 148–154.

Pabubung, M. R. (2021). Epistemologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Pentingnya Ilmu Etika dalam Pendidikan Interdisipliner. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(2), 152–159.

Salamadian. (2021). ARTIFICIAL INTELLIGENCE : Pengertian, Tujuan & Contohnya. https://salamadian.com/. https://salamadian.com/kecerdasan-buatan-artificial-intelligence/

Siahaan, M., Jasa, C. H., Anderson, K., Rosiana, M. V., Lim, S., & Yudianto, W. (2020). Penerapan Artificial Intelligence (AI) Terhadap Seorang Penyandang Disabilitas Tunanetra. Journal of Information System and Technology (JOINT), 1(2), 186–193.

SMP, A. (2023). Mengenal Artificial Intelligence: Teknologi yang akan Mengubah Kehidupan Manusia. https://ditsmp.kemdikbud.go.id/. https://ditsmp.kemdikbud.go.id/mengenal-artificial-intelligence-teknologi-yang-akan-mengubah-kehidupan-manusia/

Suharmawan, W. (2023). Pemanfaatan Chat GPT Dalam Dunia Pendidikan. Education Journal : Journal Educational Research and Development, 7, 158–166. https://doi.org/10.31537/ej.v7i2.1248

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL " ALVASKA "

Nama : Lailatul Hikmah Kelas XI IBB RESENSI NOVEL " ALVASKA " Judul Buku : Alvaska Penulis : Matcharay Penerbit : Coconut Books Depok, Jawa Barat Tahun : 2021 Jumlah halaman : 396 halaman Sukses menjadi penulis cerita di aplikasi Wattpad, kini Matcharay menerbitkan buku pertamanya "Alvaska" dengan genre fiksi yang diakses oleh 22 juta pembaca pada aplikasi. novel digital tersebut. Sebuah novel yang berhasil menarik pembaca terutama di kalangan remaja, membuat karya ini berhasil diterbitkan oleh penerbit Coconut Books yang dicetak pertama kali pada tahun 2021. Novel ini mengisahkan perjalanan cinta antara Alvaska dan Kana. Alvaska seorang laki-laki yang memiliki kelainan penyakit jantung sejak lahir berkeinginan untuk menyerah menjalani hidupnya karena sering menjadi perbandingan dengan sang adik. Alvaska juga sering kali menjadi sasaran dari kemarahan sang ayah tanpa alasan yang jelas. Namun ketika ia bertemu dengan seorang perempuan di tengah gelap dan derasnya huj...

RESENSI NOVEL " SANTRI PILIHAN BUNDA "

Nama : Nazilatul Mu'azah Kelas : XI IBB RESENSI NOVEL " SANTRI PILIHAN BUNDA " Judul Novel : Santri Pilihan Bunda Penulis : Salsyabila Falensia Jumlah halaman : 320 Halaman Ukuran buku : 14×20,5 cm Penerbit : Cloudsbooks Publishing Kategori :  Fiksi Tahun Terbit : 2021 Novel Santri Pilihan Bunda – Beberapa tahun belakangan Wattpad cukup mampu menghimpun banyak penulis berbakat dengan cerita-cerita menarik. Salah satunya adalah karya dari Salsyabila Falensia Agustia ini yang belum lama dirampungkan menjadi sebuah buku novel dengan judul Santri Pilihan Bunda. Pemilik akun wattpad dengan username @secretwriter ini mampu membawa novel karangannya ini menjadi best seller. Novel Santri Pilihan Bunda mengangkat percintaaan sebagai tema besarnya. Dengan dibalut nuansa Islami, penulis yang lebih akrab dipanggil Acha ini mampu menyuguhkan kisah cinta yang tak hanya penuh letupan-letupan emosi tapi juga sarat akan nilai-nilai kehidupan. Boleh jadi hal ini jugalah yang membuat cerita...

RESENSI NOVEL “SI ANAK PEMBERANI”

  Nama : Labibatun Nisa’ Kelas : XI IBB   RESENSI NOVEL “SI ANAK PEMBERANI” Identitas Buku  Judul Buku : Si Anak Pemberani                   Penulis        : Tere Liye Penerbit      : PT Sabak Grip Nusantara Tahun Terbit : 2023 Cetakan      : 6 Jumlah Halaman : 435 halaman ISBN : 978-623-96074-0-1      Novel Si Anak Pemberani bertemakan persahabatan dan kekeluargaan. Novel ini sangatlah seru jika mengikuti sampai akhir karena menghadirkan kisah kisah untuk membela keadilan. Novel yang ditulis oleh   Tere Liye, adalah nama pena yang digunakan oleh penulis bernama asli Darwis yang lahir di Kota Lahat, Sumatera Selatan, pada tanggal 21 Mei 1979. Ia memutuskan untuk menggunakan nama tersebut karena terinspirasi dari lagu India. Dari puluhan buku Tere Liye, serial ini adalah mahkotanya.           ...