MAKALAH "PERSEPSI GURU TERHADAP TANTANGAN DAN PELUANG ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH ALMAARIF SINGOSARI"
PERSEPSI GURU TERHADAP TANTANGAN DAN
PELUANG
ARTIFICIAL INTELLIGENCE
DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
DI MADRASAH ALIYAH ALMAARIF
SINGOSARI
Tugas Makalah Bahasa Indonesia
Disusun
oleh:
|
Aulia
Carissa Putri Zuhri (10) |
|
Ainun Nadifah (4) |
MADRASAH
ALIYAH ALMAARIF SINGOSARI
Kab. MALANG
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Esa yang
hingga saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan sehingga kami
diberi kesempatan yang luar biasa, yaitu kesempatan untuk menyelesaikan
penelitian yang berjudul “Persepsi
Guru Terhadap Tantangan Dan Peluang Artificial
Intelligence Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari”.
Sekaligus pula kami
menyampaikan rasa terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada guru pembimbing
dan penanggung jawab yang karena mereka penelitian ini bisa terselesaikan.
Kami juga berharap dengan
sungguh-sungguh supaya penelitian ini mampu berguna serta bermanfaat dalam
meningkatkan pengetahuan sekaligus wawasan bagi semua pihak yang membaca.
Selain itu kami juga
sadar bahwa pada penelitian kami ini dapat ditemukan banyak sekali kekurangan
serta jauh dari kesempurnaan. Kami berharap penelitian
kami ini dapat dimengerti oleh setiap pihak yang membaca. Kami pun memohon maaf
yang sebesar-besarnya apabila dalam penelitian kami terdapat perkataan yang
tidak berkenan di hati.
Malang. 09 Maret 2024
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................... ..... i
DAFTAR
ISI................................................................................................... .... ii
Abstrak............................................................................................................ ... iv
BAB
I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang............................................................................................. .... 1
2. Rumusan Masalah........................................................................................ .... 3
3. Tujuan Penelitian......................................................................................... .... 3
4. Manfaat Penelitian....................................................................................... .... 3
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengetian dan Konsep Dasar Artificial Intelligence......................................... 3
2. Peran Artificial Intelligence dalam Pendidikan................................................ 5
3. Persepsi Guru Terhadap Teknologi dalam Pendidikan.................................... 5
4. Persepsi Guru Terhadap Artificial Intelligence
dan Integrasinya dalam Proses Pembelajaran di Kelas ..................................................................................................................... 5
BAB
III METODE
PENELITIAN.................................................................... 6
BAB
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Persepsi Guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari
Terhadap Penggunaan Artificial Intelligence dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan................................................................. .... 6
BAB
V KESIMPULAN DAN SARAN........................................................ .... 9
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................... .. 12
PERSEPSI GURU TERHADAP TANTANGAN DAN
PELUANG
ARTIFICIAL
INTELLIGENCE
DALAM
MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
DI MADRASAH ALIYAH ALMAARIF
SINGOSARI
BAB 1.
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Pendidikan adalah salah
satu bidang yang terus berkembang dengan cepat seiring dengan kemajuan
teknologi digital. Era digital telah mengubah cara belajar mengajar dan memperkenalkan tantangan
baru bagi guru. Di tengah perubahan yang terjadi, penggunaan teknologi. Artificial
Intelligence (AI) telah menjadi topik yang semakin menarik perhatian dalam
konteks Pendidikan
Dalam
ranah pendidikan, seringkali muncul permasalahan terkait dengan pola
pembelajaran, mencakup metode dan strategi pembelajaran yang dirasa belum
memadai. Peserta didik sering kali menghadapi kesulitan dalam memahami materi
yang diberikan. Perlu ditekankan bahwa kesulitan ini tidak semata-mata
disebabkan oleh pendidik atau peserta didik, melainkan merupakan tantangan
intrinsik dalam sistem pendidikan. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan
suatu sistem inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pola berpikir dan
kompetensi pembelajaran, dengan tujuan mengurangi hambatan dalam pemahaman
materi. Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada tingkat
keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Salah satu
pendekatan yang menjanjikan untuk mendukung upaya perbaikan ini adalah
penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), sebagaimana
disarankan oleh penelitian sebelumnya
Selain tantangan dan
peluang, keberhasilan penerapan AI dalam pendidikan juga bergantung pada
persepsi guru terhadap AI. Persepsi guru dapat mempengaruhi bagaimana mereka
menggunakan AI dalam pembelajaran. Guru yang memiliki persepsi positif terhadap
AI akan lebih terbuka untuk menggunakan AI dalam proses pembelajaran. Sebaliknya,
guru yang memiliki persepsi negatif terhadap AI akan lebih enggan untuk
menggunakan AI dalam pembelajaran. Berdasarkan
observasi awal, ditemukan bahwa beberapa guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari
mengimplementasikan Artificial Intelligence (AI) dalam proses
pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari
memiliki kepedulian terhadap perkembangan teknologi dan inovasi. Ada dua faktor utama terkait urgensi
penelitian tentang AI dalam pendidikan di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari menjadi relevan. Pertama,
penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana AI diterapkan dalam
proses pembelajaran di Madrasah
Aliyah Almaarif Singosari. Kedua, hal ini dapat menjadi
referensi bagi sekolah-sekolah lain yang ingin menerapkan AI dalam proses pembelajaran.
Untuk mengetahui persepsi
guru terhadap penggunaan AI dalam meningkatkan mutu pendidikan, peneliti
melakukan wawancara kepada guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari. Wawancara akan
dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi guru tentang AI, termasuk faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi tersebut. Serta untuk mendapatkan gambaran umum tentang persepsi guru terhadap
AI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dengan memberikan pemahaman
yang lebih baik tentang persepsi guru terhadap penggunaan AI dan tantangan yang
dihadapi guru dalam mengintegrasikan AI pada proses pembelajaran.
2.
Rumusan Masalah
a. Bagaimana
Persepsi Guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari
terhadap penggunaan AI dalam meningkatkan mutu pendidikan?
3.
Tujuan Penelitian
Untuk
mengetahui persepsi guru di Madrasah
Aliyah Almaarif Singosari
terhadap penggunaan Artificial
Intelligence dalam meningkatkan mutu pendidikan
4.
Manfaat
Penelitian
a. Manfaat
teoritis
Penelitian ini dapat
memperkaya literatur akademik dalam bidang pendidikan dan teknologi dengan
menyediakan pemahaman yang lebih dalam tentang persepsi guru terhadap tantangan
dan peluang Artificial Intelligence dalam meningkatkan mutu pendidikan
di Madrasah Aliyah
Almaarif Singosari dengan
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru terhadap AI.
b.
Manfaat praktis
Penelitian ini dapat
dijadikan sebagai panduan bagi para
tenaga didik di sekolah, untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih
efektif dengan memanfaatkan potensi AI
BAB 2.
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Pengertian dan Konsep Dasar Artificial Intelligence
Artificial Intelligence (AI) atau dalam bahasa
Indonesia disebut Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang ilmu komputer yang
mempelajari bagaimana cara membuat komputer dapat bertindak selayaknya manusia.
Yakni, berpikir, bertindak dan
mengambil sebuah keputusan. Menurut Turban (1995), Artificial Intelligence adalah Ilmu
yang mempelajari cara membuat komputer dapat bertindak dan memiliki kecerdasan
seperti manusia
Di dunia pendidikan penggunaan
AI dapat membantu pelajar dalam mengontrol dan memantau pembelajaran mereka
sendiri, memungkinkan mereka untuk hidup dan bekerja dengan baik serta mandiri
di masa depan. Selain itu, kecerdasan artifisial di masa depan akan mengarah ke precision
learning. Nantinya pembelajaran tidak hanya memperhitungkan aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik siswa, namun juga memperhitungkan behaviour atau
kebiasaan siswa sehari-hari
Menurut
laporan Google: Future of Education yang dirilis oleh Google Indonesia pada
22/5/2023, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan
membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk di Indonesia. Shantanu
Sinha, Wakil Presiden Google for Education, menjelaskan bahwa AI memiliki
sejumlah keuntungan dan dampak negatif dalam konteks pendidikan. Dia
mengungkapkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan
dan membantu dalam digitalisasi pendidikan. Namun demikian, perlu diwaspadai
bahwa penggunaan AI juga memiliki dampak negatif. Salah satunya adalah ketergantungan
terhadap AI oleh guru dan siswa, yang dapat mengurangi kemampuan belajar
mereka. Selain itu, AI juga memiliki potensi untuk mengendalikan kebijakan
pendidikan nasional dan meningkatkan plagiarisme serta melemahkan potensi
peserta didik dan tenaga pengajar
2.
Peran Artificial Intellignce dalam Pendidikan
Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pendidikan
telah menjadi perhatian yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
AI memiliki potensi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran,
memberikan personalisasi dalam pembelajaran, serta mengidentifikasi kebutuhan
individu siswa. Selain itu, AI juga dapat membantu dalam pengembangan kurikulum
yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pendidikan.
Implementasi AI dalam pendidikan juga mencakup analisis data yang dapat
membantu sekolah dan lembaga pendidikan dalam membuat keputusan yang lebih baik
(Siemens, 2013).
3. Persepsi Guru Terhadap Teknologi
dalam Pendidikan
Persepsi guru terhadap teknologi dalam pendidikan
memainkan peran penting dalam adopsi dan integrasi teknologi dalam proses
pembelajaran. Studi menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki sikap
positif terhadap penggunaan teknologi dalam pengajaran. Namun, mereka juga
dapat menghadapi hambatan seperti kurangnya keterampilan teknologi dan
ketidakpastian tentang bagaimana mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum.
Persepsi guru terhadap teknologi dapat dipengaruhi oleh pelatihan yang mereka
terima, dukungan dari sekolah, dan kebijakan pendidikan yang mendukung
integrasi teknologi (Ertmer, 2005).
4.
Persepsi Guru Terhadap Artificial
Intelligence
dan Integrasinya dalam Proses Pembelajaran di Kelas
Sejumlah penelitian sebelumnya telah menginvestigasi
persepsi guru terhadap penggunaan AI dalam kelas. Hasil penelitian ini
bervariasi, tetapi secara umum menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki
minat dan antusiasme terhadap integrasi AI dalam pembelajaran. Namun, ada juga
beberapa kekhawatiran, seperti kehilangan pekerjaan atau penggantian peran guru
oleh teknologi. Penelitian sebelumnya juga menyoroti pentingnya pelatihan dan
dukungan yang diberikan kepada guru dalam mengadopsi AI dalam pengajaran
BAB 3.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menerapkan
metode penelitian jenis kualitatif melalui studi pustaka dan studi lapangan.
Hasil dan pembahasan penelitian ini mencakup ulasan tentang metode penelitian
kualitatif, studi pustaka, studi lapangan, dan gabungan keduanya. Proses
penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Almaarif, Kecamatan Singosari,
Kabupaten Malang, Jawa Timur. Studi ini berupa wawancara terhadap Guru di
Madrasah Aliyah Almaarif Singosari.
BAB 4.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Persepsi Guru di Madrasah Aliyah Almaarif
Singosari terhadap penggunaan Artificial Intelligence
dalam meningkatkan mutu
pendidikan
Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari, persepsi guru
terhadap penggunaan AI dalam meningkatkan mutu pendidikan secara umum adalah
positif. Sebagian besar guru di Madrasah
Aliyah Almaarif Singosari
berpendapat bahwa AI memiliki potensi untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam
berbagai aspek, termasuk akses, kualitas, efisiensi, dan keterlibatan siswa.
Salah satu temuan utama adalah guru-guru di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari
melihat AI sebagai alat yang dapat membantu dalam mencapai tujuan pendidikan.
Selain itu, mereka melihat bahwa AI merupakan sarana personalisasi yang dapat
mendesain model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang
menggaris bawahi kemampuan AI untuk memberikan pembelajaran yang disesuaikan
dengan kapasitas dan tingkat pemahaman masing-masing siswa (Siemens, 2013).
Dalam
aspek akses, Guru-guru di Madrasah
Aliyah Almaarif Singosari
percaya bahwa AI dapat digunakan untuk menyediakan pembelajaran yang lebih
terjangkau dan merata. Misalnya, AI dapat
digunakan untuk mengembangkan aplikasi belajar mandiri yang dapat diakses oleh
siswa dari mana saja dan kapan saja. Aplikasi ini dapat digunakan oleh siswa
untuk belajar materi pelajaran secara mandiri diluar sekolah tanpa harus
bergantung pada guru. Hal ini dapat membantu siswa yang tinggal di daerah
terpencil atau yang memiliki keterbatasan akses ke pendidikan formal. Hal ini
juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, sebagai contoh AI
dapat digunakan untuk mengembangkan sistem pembelajaran adaptif yang dapat
menyesuaikan materi dan aktivitas pembelajaran dengan kebutuhan dan gaya
belajar masing-masing siswa. Sistem ini dapat membantu siswa untuk belajar
dengan lebih efektif dan efisien.
Selain
itu, AI juga dapat digunakan untuk mengembangkan alat-alat bantu pembelajaran
yang dapat membantu guru dalam mengajar. Alat-alat bantu pembelajaran ini dapat
membantu guru untuk menghemat waktu dan energi, sehingga para guru dapat lebih fokus pada interaksi
dengan siswa. AI
juga dapat digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih personal
kepada siswa. Misalnya, AI dapat digunakan untuk melacak kemajuan belajar siswa
dan menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan masing-masing siswa.
BAB 5.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil
penelitian di Madrasah Aliyah Almaarif Singosari,
dapat disimpulkan sebagai berikut:
Persepsi
guru terhadap penggunaan AI dalam meningkatkan mutu pendidikan secara umum
adalah positif. Guru-guru melihat AI sebagai alat yang memiliki potensi besar
untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam berbagai aspek, termasuk akses,
kualitas, efisiensi, dan keterlibatan siswa. Mereka mengakui nilai AI dalam
personalisasi pembelajaran, peningkatan efisiensi, dan peningkatan interaksi
yang lebih personal dengan siswa. Ini mencerminkan kesadaran akan potensi
positif AI dalam dunia pendidikan.
Untuk mengatasi
tantangan ini, langkah-langkah seperti pelatihan dan pengembangan profesional
yang berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan AI dalam
pembelajaran. Penting untuk memastikan bahwa sarana dan prasarana yang dibutuhkan
untuk mengintegrasikan AI dalam pembelajaran tersedia secara memadai. Hal ini
mencakup memastikan akses ke perangkat digital dan dukungan teknis yang
diperlukan untuk mengimplementasikan AI dengan lancar. Kebijakan pendidikan perlu disesuaikan untuk
mendukung penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran. Ini mencakup menghapuskan
hambatan yang mungkin menghambat penggunaan perangkat digital di kelas dan
menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi teknologi dalam pendidikan. Selain itu, kolaborasi antar guru dan institusi pendidikan dapat memperkaya
pemahaman dan solusi yang efektif dalam penggunaan AI dalam pembelajaran.
.
DAFTAR PUSTAKA
Ayu, A. (2023). AI Dalam
Pendidikan: Berdampak Positif atau Berdampak Negatif. https://www.kompasiana.com/.
https://www.kompasiana.com/ayuannisa6729/64b2293f4addee0d5e61ef32/ai-dalam-pendidikan-berdampak-positif-atau-berdampak-negatif
Blikstein, P., Worsley, M., Piech,
C., Sahami, M., Cooper, S., & Koller, D. (2014). Programming pluralism:
Using learning analytics to detect patterns in the learning of computer
programming. Journal of the Learning Sciences, 23(4), 561–599.
Mambu, J. G. Z., Pitra, D. H.,
Ilmi, A. R. M., Nugroho, W., Leuwol, N. V, & Saputra, A. M. A. (2023).
Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) Dalam Menghadapi Tantangan
Mengajar Guru Di Era Digital. Journal On Education, 6(1),
2689–2698.
Manongga, D., Rahardja, U.,
Sembiring, I., Lutfiani, N., & Yadila, A. B. (2022). Dampak Kecerdasan
Buatan Bagi Pendidikan. ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal, 3(2),
41–55.
Mulianingsih, F., Anwar, K.,
Shintasiwi, F. A., & Rahma, A. J. (2020). Artificial Intellegence dengan
Pembentukan Nilai dan Karakter di Bidang Pendidikan. IJTIMAIYA: Journal of
Social Science Teaching, 4(2), 148–154.
Pabubung, M. R. (2021).
Epistemologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Pentingnya Ilmu Etika dalam Pendidikan
Interdisipliner. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(2), 152–159.
Salamadian. (2021). ARTIFICIAL
INTELLIGENCE : Pengertian, Tujuan & Contohnya. https://salamadian.com/.
https://salamadian.com/kecerdasan-buatan-artificial-intelligence/
Siahaan, M., Jasa, C. H., Anderson,
K., Rosiana, M. V., Lim, S., & Yudianto, W. (2020). Penerapan Artificial
Intelligence (AI) Terhadap Seorang Penyandang Disabilitas Tunanetra. Journal
of Information System and Technology (JOINT), 1(2), 186–193.
SMP, A. (2023). Mengenal
Artificial Intelligence: Teknologi yang akan Mengubah Kehidupan Manusia.
https://ditsmp.kemdikbud.go.id/.
https://ditsmp.kemdikbud.go.id/mengenal-artificial-intelligence-teknologi-yang-akan-mengubah-kehidupan-manusia/
Suharmawan, W. (2023). Pemanfaatan
Chat GPT Dalam Dunia Pendidikan. Education Journal : Journal Educational
Research and Development, 7, 158–166. https://doi.org/10.31537/ej.v7i2.1248

Komentar
Posting Komentar