MERAJUT
RINDU
Oleh : Ainul Nur Azizah
Suara
burung berkicau indah dan matahari pun semakin cerah seakan akan turut bahagia
tak lain seperti Maisya,siswi kelas akhir yang tinggal beberapa detik lagi ia
telah resmi lulus dari sekolah tercintanya. Selama 3 tahun ia menimba ilmu tak
terasa kini ia telah duduk di barisan dengan para wisudawati lainnya.
“Masyaallah..kamu cantik banget hari ini” puji maisya kepada temannya yang baru
duduk di sebelahnya “Alhamdulillah makasih maisya kamu juga gak kalah cantik
hari ini”. Balas lea “kamu kesini sama siapa?”. Tanya maisya “tuh orang aku di
belakang” tunjuk lea “kalau kamu sama siapa?”. Tanya lea kepada maisya “sama
mama aku aja,papa ngga bisa ikut lagi dinas ke luar kota”.jawab maisya. Tak
lama mereka berbincang acara pun dimulai dengan pembukaan tarian daerah dari
siswa siswi sekolah maisya dan menyanyikan lagu indonesia raya bersama. Tak
lama dari itu mulai lah prosesi pengalungan dan penyerahan ijazah oleh kepala
sekolah dan kepala yayasan yang dilanjut dengan penutupan. Tak berselang lama
prosesi wisuda telah selesai dan diadakan foto per kelasnya. “Anak anak jika kalian
sukses jangan lupakan sekolah ini ya.. jangan lupa teman teman seperjuanganmu,
selamat berjuang anak anakku” nasihat bu sandra dengan isak tangisnya selaku
wali kelas selama 3 tahun pun merasa kehilangan anak didiknya. “jangan gitu ahh
bu kita kita ikut sedih nihh” timpal Rendi “iya, masa wisuda sedih kan harusnya
seneng” sahut tio “jangan lupa ke kita ya bu..selalu doain kita maaf juga
selalu buat bu sandra nangis”. Kata rani sedih “sudah yuk foto aja,kita
abadikan momen ini” ucap bu sandra
Setelah
melaksanakan foto bersama kini maisya telah berkumpul dengan teman teman
lainnya. Dengan nada ragu maisya mulai berbicara “maaf ya teman teman hari ini
maisya mau pamit langsung ke Bandung. Karena papah pindah dinas kesana jadi
maisya ga bisa sering ketemu kalian” ujar maisya dengan air mata mengalir di
pipinya. “cepet banget kenapa ga bulan besok aja perginya?kita bisa liburan
dulu ya kan?”. Ucap rendi asal “gak bisa ren, papah sudah jemput kesini. Tuh
ayahku”. Ucap maisya dengan menunjuk ke arah papanya. “AAA MAISYA NANTI AKU
KANGEN KAMU GIMANA?” ujar lea dengan suara melengking khasnya. “engga kan ada
HP le”. Jawab maisya santai dengan senyum manisnya “nanti kamu sibuk disana
gimana?”. Tanya lea “engga insyaallah ada waktu”. Jawab maisya “beneran
nih?”. Tanya lea lagi “iya sahabatkuuu” kata maisya dengan tulus. “sudah teman
teman maisya pamit,jaga diri kalian kalau sudah sukses jangan lupa aku ya,aku
selalu kangen kalian..selamat merajut rindu teman-teman” pamit maisya dengan
hamburan tangisnya. Kini maisya telah berpisah dengan teman-temannya ia
memutuskan untuk ikut papanya yang pindah dinas ke luar kota. Jarak tak
mempengaruhi keadaan selagi keadaan itu tetap dengan rasa rindu yang meluap.
SEMOGA SUKSES YA..
Komentar
Posting Komentar