MENJAGA
PERGAULAN BEBAS
Nama
kelompok : Gita Afrya Suryanti
Naura Rif’atul
Maula
Topik :
Permasalahan remaja
Tujuan :
Mengajarkan kita untuk selalu menjaga pergaulan kita agar tidak terjerumus
kedalam hal-hal yang buruk dan merugian diri kita sendiri
Tema :
Menjaga pergaulan
Pokok isi
: 1. Contoh pergaulan bebas
2. Penyebab pergaulan
bebas
3. Solusi mencegah
pergaulan bebas
Alhamdulillahirabbil'alamin,
segala puji bagi Allah Swt. tidak pernah lelah mari kita panjatkan syukur pada
Tuhan karena telah memberikan
kesehatan. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Semoga pada hari yang berbahagia ini, Allah memberikan kebahagiaan
dan keberkahan pada setiap orang yang ada di sini. Aamiin.
Sebelumnya
saya ingin mengucapkan
terima kasih karena sudah diberi kesempatan membawakan
ceramah tentang pergaulan bebas dan pentingnya anak sebagai tanggung jawab
orang tua kepada hadirin. Tema ini menjadi penting sebab
pada zaman sekarang banyak sekali hal-hal buruk yang
terjadi akibat dari pergaulan bebas dan akibat longgarnya pengawasan
orang tua.
Contoh
nyatanya adalah tawuran, seks bebas, bahkan
tak jarang ada remaja yang melakukan tindak
kriminal yang bisa berdampak sangat buruk, seperti mengonsumsi atau mengedarkan
narkoba. Masyarakat pun biasanya akan menyalahkan
remaja atau anak muda tersebut.
Padahal
bila ditelaah lebih dalam, peran orang tua atau keluarga sangat vital. Biasanya pelaku pergaulan bebas berasal
dari keluarga yang kurang harmonis, pernah mendapat perlakuan KDRT, sampai broken
home. Meski tak semuanya begitu.
Namun
itu artinya, peran orang tua atau keluarga sangat vital bisa meredam potensi pergaulan bebas remaja di tengah
masyarakat. Maka dari itu, orang tua atau
keluarga harus memberikan kasih sayang dan perhatian penuh bagi anak. Sayangi mereka dengan sebenar-benarnya serta beri
perhatian penuh di dalam rumah. Upayakan
agar mereka merasa nyaman di rumah, jangan
sampai terpengaruh hal-hal buruk karena mereka tak betah dengan keluarga
sendiri.
Mulai dari
pornografi sampai seks bebas siap mengintai jika kita tidak bersama memberikan edukasi. Mari
bersama kita bangun negeri menggunakan pondasi remaja bermoral, beriman, dan
bermartabat. Melarang dan membatasi pergaulan bukanlah sebuah solusi tepat untuk digunakan. Sebaliknya, membimbing dan memantau
secara sehat para remaja dapat menjadi opsi terbaik.
Demikianlah
ceramah yang dapat saya sampaikan. Semoga
dapat bermanfaat untuk kita semua, jika ada
yang baik itu datang dari Allah dan jika ada
yang buruk itu datang dari diri saya pribadi. Mohon maaf atas kekhilafan tutur
kata dan perbuatan. Semoga Allah membimbing kita semua ke jalan yang benar.
Atas perhatian hadirin, saya mengucapkan
terima kasih.
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Berikut link video teks ceramah :
https://www.instagram.com/reel/C0ofBL1SJ2_/?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Analisis Struktur Teks Eksplanasi :
1.
Pembuka : Paragraf 1 dan 2
2. Isi : Pengantar Materi :
Paragraf 3
Materi
Inti : Paragraf 4,5, dan 6
3.
Penutup : Paragraf 7,8 dan 9
Analisis Aspek Kebahasaan Teks Ceramah :
1. Permintaan : Upayakan agar mereka merasa nyaman di
rumah
2. Larangan : Jangan sampai terpengaruh hal-hal buruk
karena mereka tak betah dengan keluarga sendiri
3. Ajakan : Mari bersama kita bangun negeri
menggunakan pondasi remaja bermoral, beriman, dan bermartabat
v Kata
Teknis atau Peristilahan
:
-
Vital menurut KBBI didefinisikan
dengan 'sangat penting untuk kehidupan'.
- Broken home berasal dari bahasa Inggris yang diterjemah ke dalam
bahasa Indonesia. Dalam KBBI menjelaskan broken home artinya perpisahan,
perpecahan, atau perihal bercerai (antara suami istri).
- KDRT Menurut KBBI Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah segala
bentuk ancaman, pelecehan, dan kekerasan antara dua orang yang terikat dalam
hubungan pernikahan atau anggota keluarga lain, misalnya anak.
v Kata
Kerja Mental
:
-
Persepsi : memberikan,
mengucapkan, membawakan, melakukan, mengonsumsi, menggunakan, tawuran,
mengedarkan.
-
Afeksi : menyalahkan, sayangi,
meredam
-
Kognisi : membimbing, melarang,
membatasi
v Kata
Majemuk Bertingkat
:
1.
Hubungan Waktu : - “.....pernah
mendapat perlakuan KDRT, sampai broken
home.”
- Mulai dari pornografi sampai seks bebas
siap mengintai jika kita tidak bersama memberikan edukasi.
2. Hubungan Syarat : “.... jika
ada yang baik itu datang dari Allah dan jika
ada yang buruk itu datang dari diri saya pribadi.
3. Hubungan Kenyataan : Padahal
bila ditelaah lebih dalam, peran orang tua atau keluarga sangat vital.
4.
Hubungan Penjelasan : -
5. Hubungan Atributif : -
Semoga pada hari yang berbahagia
ini, Allah memberikan kebahagiaan dan keberkahan pada setiap orang yang ada di
sini.
- Tema ini menjadi penting sebab
pada zaman sekarang banyak sekali hal-hal buruk yang terjadi akibat dari pergaulan bebas dan akibat longgarnya
pengawasan orang tua.
- Contoh nyatanya adalah tawuran,
seks bebas, bahkan tak jarang ada remaja yang melakukan tindak kriminal yang bisa berdampak sangat buruk,
seperti mengonsumsi atau mengedarkan narkoba.
- Demikianlah ceramah yang dapat saya sampaikan.
6.
Hubungan Lebih : -
7.
Hubungan Perkecualian : -
8.
Hubungan Pengandaian : -
9.
Hubungan Konsesif : -
10. Hubungan Tujuan : Melarang dan membatasi pergaulan bukanlah sebuah
solusi tepat untuk digunakan.
11. Hubungan Perbandingan : Contoh nyatanya adalah tawuran, seks bebas,
bahkan tak jarang ada remaja yang melakukan tindak kriminal yang bisa berdampak
sangat buruk, seperti mengonsumsi
atau mengedarkan narkoba.
12. Hubungan Sebab atau Alasan : - Tidak pernah lelah mari kita
panjatkan syukur pada Tuhan karena
telah memberikan kesehatan.
- Tema ini menjadi penting sebab
pada zaman sekarang banyak sekali hal-hal buruk yang terjadi akibat dari
pergaulan bebas dan akibat longgarnya pengawasan orang tua.
13. Hubungan Akibat atau Hasil : Maka
dari itu, orang tua atau keluarga harus memberikan kasih sayang dan
perhatian penuh bagi anak.
14.
Hubungan Cara : -
15.
Hubungan Sangkalan : -

Komentar
Posting Komentar