Lapisan Es dibalik Ketenangan
Karya : M. Naufal Zarkasyi
Di sebuah kota kecil yang damai, hiduplah Maya, seorang perempuan yang
selalu terlihat tenang di mata orang lain. Dia memiliki senyum ramah dan selalu
siap membantu siapa pun. Namun, di balik senyumnya, Maya menyimpan lapisan
emosi yang belum terungkap.
Setiap hari, Maya berjalan melewati taman kota, tempat di mana dia selalu merenungkan kehidupannya. Suatu hari, Maya bertemu dengan seorang pemuda bernama Adam. Pertemuan itu mengubah segalanya. Adam dengan cepat melihat bahwa di balik ketenangan Maya, ada kesedihan yang dalam.
Saat Adam semakin mengenal Maya, dia menemukan bahwa Maya telah kehilangan sahabatnya dalam sebuah kecelakaan tragis. Kehilangan itu membuat Maya menutup diri dari orang lain dan menyembunyikan kesedihannya di balik senyumnya yang tenang.
Adam berusaha membantu Maya, mengajaknya bicara dan membangun kepercayaan. Maya akhirnya mulai membuka diri dan melepaskan beban emosinya. Bersama Adam, Maya belajar menerima kenyataan bahwa meskipun kehilangan takkan pernah hilang, tapi hidup masih menyisakan banyak hal yang indah untuk dijalani.
Mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama di taman, membicarakan mimpi-mimpi masa depan dan cara-cara untuk menemukan kedamaian sejati. Dalam perjalanan itu, Maya menemukan bahwa ketenangan sejati bukanlah tentang menyembunyikan emosi, melainkan tentang menerima dan membiarkan diri untuk merasakan segala sesuatu dengan tulus.
Dengan bantuan Adam, Maya belajar untuk melepaskan lapisan es yang selama ini dia gunakan untuk menyembunyikan emosinya. Dan di balik lapisan es itu, dia menemukan kekuatan untuk menerima dan menghadapi hidup dengan lebih penuh dan tulus.
Komentar
Posting Komentar