Langsung ke konten utama

KOPYAH SANTRI

 Nama : Abdurrahman Hakim Ardiansyah

Kelas : XI IBB

Mapel : Bahasa Indonesia

                                      Kopyah Santri 

   Di sebuah pondok pesantren yang tersembunyi di pelosok desa, terdapat seorang santri yang memakai kopyah dengan keistimewaan tak ternilai. Namanya Mahfudz, seorang pemuda yang hati dan pikirannya selalu tercurah pada ilmu agama. Kopyahnya, sebuah peci khas santri, bukan sekadar sekadar penutup kepala, melainkan pusaka keluarga yang telah melalui zaman dan berhembus kisah-kisah lama. 

   Pagi itu, matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya. Mahfudz duduk di sela-sela pepohonan di halaman pesantren, sambil meniti langkah-langkah ayat suci Al-Qur'an. Kopyah warisan turun temurun itu, meski agak usang dan berlubang di beberapa sudut, meninggalkan kehangatan nilai-nilai kearifan lokal di antara benang-benang kainnya. 

   Suatu hari, angin membawa ke hadapan pesantren seorang santri baru bernama Munir. Ia tertarik dengan aura ciuman yang terpancar dari kopyah Mahfudz dan langkah-langkahnya yang penuh ketenangan. Munir pun mendekati Mahfudz dengan penuh kekaguman. 

Munir : “Assalamu'alaikum, Mahfudz. Kopyahmu sungguh memesona. Bolehkah aku melihatnya lebih dekat?”

Mahfudz : “Wa'alaikum salam, Munir. Tentu saja.”

Munir dengan perasaan tak sabar mengamati kopyah Mahfudz, dan dengan sopan bertanya tentang sejarah dan makna di balik kopyah itu.

Munir: “Kisah yang menakjubkan. Bagaimana kopyah ini bisa tetap utuh selama bertahun-tahun?”

Mahfudz: “Ini adalah warisan keluarga kami, sebuah simbol kebijaksanaan dan kebersamaan. Kopyah ini seperti buku tua yang menyimpan kisah-kisah indah nenek moyang kita.”

Munir begitu terinspirasi sehingga meminta izin untuk meminjam kopyah Mahfudz untuk sehari saja. Mahfudz awalnya ragu, tapi melihat semangat Munir, akhirnya dia setuju.

Munir: “Terima kasih banyak, Mahfudz! Aku berjanji akan menjaga kopyah ini dengan hati-hati.”

   Hari itu diisi dengan kesibukan belajar dan beribadah. Mahfudz dan Munir duduk bersama di bawah pohon rindang, menggali ilmu dan menyebarkan cerita. Kopyah itu seperti Saksi bisu yang menyaksikan perjalanan spiritual mereka. Namun, ketika senja melingkupi pesantren, gelap menggantikan cahaya. Munir merasa kebingungan dan khawatir. Kopyah Ismail tidak ada di tempat yang seharusnya. Kepanikan mendekat. 

Munir : “Maafkan aku, Mahfudz. Kopiyahmu hilang. Aku sudah mencari, tapi tidak bisa menemukannya.”

Mahfudz tersenyum dan meletakkan tangannya di bahu Munir, “Jangan khawatir, Munir. Kopyah itu hanyalah sehelai kain. Yang lebih berharga adalah apa yang telah kita bagi dan rasakan hari ini.”

   Mereka berdua pun mencari kopyah itu di bawah cahaya remang-remang. Dialog mereka penuh dengan makna, seperti aliran sungai yang mengalir lembut di antara batu-batu sungai. 

Munir : “Maafkan aku, Mahfudz. Aku tidak bisa memahami betapa berharganya kopyah ini bagimu.”

Mahfudz: “Munir, kau tidak perlu meminta maaf. Kita semua belajar dari kesalahan. Kita bisa menciptakan kenangan baru bersama-sama.”

   Kisah kopyah santri ini mengajarkan bahwa keindahan tidak hanya terletak pada benda fisik, melainkan pada makna yang terkandung di dalamnya. Mahfudz dan Munir menemukan bahwa kehilangan bisa membawa pada penerimaan dan kekayaan pengalaman baru, seperti rintik hujan yang menari di atas daun hijau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL " ALVASKA "

Nama : Lailatul Hikmah Kelas XI IBB RESENSI NOVEL " ALVASKA " Judul Buku : Alvaska Penulis : Matcharay Penerbit : Coconut Books Depok, Jawa Barat Tahun : 2021 Jumlah halaman : 396 halaman Sukses menjadi penulis cerita di aplikasi Wattpad, kini Matcharay menerbitkan buku pertamanya "Alvaska" dengan genre fiksi yang diakses oleh 22 juta pembaca pada aplikasi. novel digital tersebut. Sebuah novel yang berhasil menarik pembaca terutama di kalangan remaja, membuat karya ini berhasil diterbitkan oleh penerbit Coconut Books yang dicetak pertama kali pada tahun 2021. Novel ini mengisahkan perjalanan cinta antara Alvaska dan Kana. Alvaska seorang laki-laki yang memiliki kelainan penyakit jantung sejak lahir berkeinginan untuk menyerah menjalani hidupnya karena sering menjadi perbandingan dengan sang adik. Alvaska juga sering kali menjadi sasaran dari kemarahan sang ayah tanpa alasan yang jelas. Namun ketika ia bertemu dengan seorang perempuan di tengah gelap dan derasnya huj...

RESENSI NOVEL " SANTRI PILIHAN BUNDA "

Nama : Nazilatul Mu'azah Kelas : XI IBB RESENSI NOVEL " SANTRI PILIHAN BUNDA " Judul Novel : Santri Pilihan Bunda Penulis : Salsyabila Falensia Jumlah halaman : 320 Halaman Ukuran buku : 14×20,5 cm Penerbit : Cloudsbooks Publishing Kategori :  Fiksi Tahun Terbit : 2021 Novel Santri Pilihan Bunda – Beberapa tahun belakangan Wattpad cukup mampu menghimpun banyak penulis berbakat dengan cerita-cerita menarik. Salah satunya adalah karya dari Salsyabila Falensia Agustia ini yang belum lama dirampungkan menjadi sebuah buku novel dengan judul Santri Pilihan Bunda. Pemilik akun wattpad dengan username @secretwriter ini mampu membawa novel karangannya ini menjadi best seller. Novel Santri Pilihan Bunda mengangkat percintaaan sebagai tema besarnya. Dengan dibalut nuansa Islami, penulis yang lebih akrab dipanggil Acha ini mampu menyuguhkan kisah cinta yang tak hanya penuh letupan-letupan emosi tapi juga sarat akan nilai-nilai kehidupan. Boleh jadi hal ini jugalah yang membuat cerita...

RESENSI NOVEL “SI ANAK PEMBERANI”

  Nama : Labibatun Nisa’ Kelas : XI IBB   RESENSI NOVEL “SI ANAK PEMBERANI” Identitas Buku  Judul Buku : Si Anak Pemberani                   Penulis        : Tere Liye Penerbit      : PT Sabak Grip Nusantara Tahun Terbit : 2023 Cetakan      : 6 Jumlah Halaman : 435 halaman ISBN : 978-623-96074-0-1      Novel Si Anak Pemberani bertemakan persahabatan dan kekeluargaan. Novel ini sangatlah seru jika mengikuti sampai akhir karena menghadirkan kisah kisah untuk membela keadilan. Novel yang ditulis oleh   Tere Liye, adalah nama pena yang digunakan oleh penulis bernama asli Darwis yang lahir di Kota Lahat, Sumatera Selatan, pada tanggal 21 Mei 1979. Ia memutuskan untuk menggunakan nama tersebut karena terinspirasi dari lagu India. Dari puluhan buku Tere Liye, serial ini adalah mahkotanya.           ...