Nama: AULIA CARISSA PUTRI ZUHRI
Kelas: XI-IBB
KAFE PARA KUCING 🐱
Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang gadis bernama Rara. Rara adalah gadis pecinta dan penyayang kucing. Ia memiliki banyak kucing peliharaan di rumahnya. Rara sangat senang bermain dengan kucing-kucingnya. Ia sering mengajak kucing-kucingnya bermain di taman dekat rumahnya.
Rara memiliki kemampuan yang unik, yaitu kemampuan untuk berbicara dan bermain dengan kucing. Entah bagaimana dia bisa mendapat kemampuan yang ajaib seperti itu. Rara sejak kecil juga tidak memiliki banyak teman seperti umumnya anak di luar sana. Karena banyak yang menganggap bahwa Rara adalah anak yang aneh, karena dia berbicara dengan kucing. Bahkan banyak yang menjauhi nya dengan sebab takut.
Para kucing yang Rara pelihara di rumah itulah teman baginya. Ia selalu senang berada di rumah bersama para kucing-kucing peliharaannya. Orang tua Rara pun mengetahui akan hal itu. Keluarga di rumah nya pun menyukai kucing dan bersama merawat mereka.
Suatu hari, Rara sedang bermain dengan kucing-kucingnya di taman. Ia sedang mengejar seekor kucing kecil berwarna hitam. Kucing itu sangat lincah dan sulit untuk ditangkap.
"Hei, tunggu!" teriak Rara.
Kucing itu berhenti dan menatap Rara dengan mata yang lucu.
"Kenapa kamu lari?" tanya Rara.
"Aku takut," kata kucing itu.
"Takut kenapa?" tanya Rara.
"Aku takut pada anak-anak," kata kucing itu. "Mereka sering melemparku dengan batu."
Rara merasa kasihan pada kucing itu. Ia pun menghampiri kucing itu dan mengelus-elusnya.
"Jangan takut," kata Rara. "Aku tidak akan menyakitimu."
Kucing itu menatap Rara dengan mata yang penuh kepercayaan. Ia pun memeluk Rara dengan erat. Rara dan kucing itu pun menjadi teman baik. Rara sering bermain dengan kucing itu di taman. Kucing itu pun menjadi lebih berani dan tidak takut lagi pada anak-anak.
Suatu hari, Rara sedang bermain dengan kucing itu di taman. Tiba-tiba, sekelompok anak-anak datang ke taman. Anak-anak itu mulai melempari kucing-kucing dengan batu. Rara pun berdiri di depan kucing-kucing itu untuk melindungi mereka. Ia berteriak pada anak-anak itu untuk berhenti.
"Jangan melempari mereka!" teriak Rara. "Mereka tidak bersalah!"
Anak-anak itu terkejut melihat Rara bisa berbicara dengan kucing. Mereka pun berhenti melempari kucing-kucing.
"Kenapa kamu bisa berbicara dengan kucing?" tanya salah satu anak.
"Karena aku bisa mendengar mereka," kata Rara.
Anak-anak itu pun mulai bertanya-tanya tentang kemampuan Rara. Rara pun menceritakan tentang kemampuannya kepada anak-anak itu.
Anak-anak itu merasa kagum dengan kemampuan Rara.
Sejak saat itu, anak-anak itu tidak lagi melempari para kucing dengan batu. Mereka pun menjadi teman baik dengan kucing-kucing di taman.
Rara pun menjadi terkenal di taman itu. Ia dikenal sebagai gadis pecinta kucing yang memiliki kemampuan ajaib.
Rara pun menggunakan kemampuannya untuk membantu kucing-kucing yang membutuhkan pertolongan. Ia sering membantu kucing-kucing yang tersesat, sakit, atau dianiaya.
Lambat laun, ia pun tumbuh menjadi seorang wanita yang sukses. Kemudian, ia membangun kafe kucing yang didalamnya ada tempat bermain, klinik hewan, dan fasilitas lain untuk kebutuhan para kucing. Ia membangun tempat itu sebagai tempat untuk menjaga dan menampung para kucing di luar sana. Orang-orang banyak yang takjub dengan apa yang dilakukan Rara untuk para kucing. Banyak orang yang tertarik dan berkunjung ke kafe tersebut.
Hari hari tak terasa, kafe milik Rara semakin ramai dikunjungi. Tak hanya masyarakat sekitar disitu, namun kini juga orang-orang dari luar kota juga berdatangan ingin mengunjungi kafe kucing tersebut. Rara sangat bahagia bisa membantu kucing-kucing. Ia merasa bahwa kemampuannya adalah sebuah anugerah.
*Pesan Moral*
Kemampuan yang dimiliki harus digunakan untuk membantu orang lain.

Komentar
Posting Komentar