Langsung ke konten utama

IKHLAS?

 

Ikhlas?

Karya : Emil Fuaidati Ulya

 

Tak terasa kini telah menginjak 2 tahun setelah kepergian Jeandra Malik. Pria hangat sejuta tawa. Suara derap langkah kaki seseorang tak mengganggu aktivitas yg dilakukan kedua orang yg sibuk dengan urusannya sendiri. Mawar, gadis berambut hitam legam itu menghela nafas panjang sembari matanya melihat sekeliling penjuru rumah. Ia mengamati setiap inci rumah nya yg hampa. Ia melihat ayahnya yang tengah menghisap batangan tembakau dengan tatapan kosong. Ia juga melihat kearah ibunya yg tengah menyiapkan makan malam dengan mata sendu. Mawar tersenyum miris melihat keadaan itu. Ia melihat ruang tengah dengan keadaan Tv menyala tanpa ada yang menonton. Biasanya, ia melihat seorang pria yang melihat klub bola sembari memakan Snack kentang buatan ibunya. Namun kini, pria itu tidak ada lagi.

 

Mawar menatap langit-langit rumah dengan mata basah. Satu tetes, dua tetes. Air matanya mengalir begitu saja tanpa aba. Mawar mengusapnya lalu mencoba tersenyum tipis meski sulit. Kini tak ada lagi tawa renyah yang terdengar, tak ada lagi yang meletusi ban sepedanya saat akan berangkat ke sekolah agar Mawar berangkat bersamanya, tak ada lagi pria yang menjahilinya sampai ia menangis. Dan tak ada lagi pria yang sibuk dengan mesin-mesin sepedanya disaat semua orang memilih tidur di malam hari. Ia ingat ketika pria itu mengatakan "Mawar, kamu itu seperti bintang.  Mungkin sinarmu tidak terang namun sinar begitu indah. Jadi, jangan pernah merasa kamu tidak istimewa ya?" Suara pria itu masih terdengar begitu jelas. Ia selalu mengingat bagaimana pria itu menyayanginya begitu dalam,memperlakukannya layaknya seorang putri. Ia membayangkan pria itu menghampirinya berdiri dihadapannya menyembunyikan tangannya dibalik tangan kekar miliknya dengan melihat senyuman yang akan selalu Mawar rindukan. Lamunannya buyar, Mawar membuang nafas kasar. Rasanya baru kemarin dia bersama Kakak laki-lakinya itu. Sekarang bahkan, ia sudah tak bisa menggapainya. Rumah ini terasa hampa tanpa hadirnya Pria hebat itu didalamnya. Pria itu meninggalkan banyak kenangan dengan cara pergi tanpa pamit. "Mas, ragamu memang telah pergi namun wanginj masih tertinggal" lirihnya dengan senyuman tipis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL " ALVASKA "

Nama : Lailatul Hikmah Kelas XI IBB RESENSI NOVEL " ALVASKA " Judul Buku : Alvaska Penulis : Matcharay Penerbit : Coconut Books Depok, Jawa Barat Tahun : 2021 Jumlah halaman : 396 halaman Sukses menjadi penulis cerita di aplikasi Wattpad, kini Matcharay menerbitkan buku pertamanya "Alvaska" dengan genre fiksi yang diakses oleh 22 juta pembaca pada aplikasi. novel digital tersebut. Sebuah novel yang berhasil menarik pembaca terutama di kalangan remaja, membuat karya ini berhasil diterbitkan oleh penerbit Coconut Books yang dicetak pertama kali pada tahun 2021. Novel ini mengisahkan perjalanan cinta antara Alvaska dan Kana. Alvaska seorang laki-laki yang memiliki kelainan penyakit jantung sejak lahir berkeinginan untuk menyerah menjalani hidupnya karena sering menjadi perbandingan dengan sang adik. Alvaska juga sering kali menjadi sasaran dari kemarahan sang ayah tanpa alasan yang jelas. Namun ketika ia bertemu dengan seorang perempuan di tengah gelap dan derasnya huj...

RESENSI NOVEL " SANTRI PILIHAN BUNDA "

Nama : Nazilatul Mu'azah Kelas : XI IBB RESENSI NOVEL " SANTRI PILIHAN BUNDA " Judul Novel : Santri Pilihan Bunda Penulis : Salsyabila Falensia Jumlah halaman : 320 Halaman Ukuran buku : 14×20,5 cm Penerbit : Cloudsbooks Publishing Kategori :  Fiksi Tahun Terbit : 2021 Novel Santri Pilihan Bunda – Beberapa tahun belakangan Wattpad cukup mampu menghimpun banyak penulis berbakat dengan cerita-cerita menarik. Salah satunya adalah karya dari Salsyabila Falensia Agustia ini yang belum lama dirampungkan menjadi sebuah buku novel dengan judul Santri Pilihan Bunda. Pemilik akun wattpad dengan username @secretwriter ini mampu membawa novel karangannya ini menjadi best seller. Novel Santri Pilihan Bunda mengangkat percintaaan sebagai tema besarnya. Dengan dibalut nuansa Islami, penulis yang lebih akrab dipanggil Acha ini mampu menyuguhkan kisah cinta yang tak hanya penuh letupan-letupan emosi tapi juga sarat akan nilai-nilai kehidupan. Boleh jadi hal ini jugalah yang membuat cerita...

RESENSI NOVEL “SI ANAK PEMBERANI”

  Nama : Labibatun Nisa’ Kelas : XI IBB   RESENSI NOVEL “SI ANAK PEMBERANI” Identitas Buku  Judul Buku : Si Anak Pemberani                   Penulis        : Tere Liye Penerbit      : PT Sabak Grip Nusantara Tahun Terbit : 2023 Cetakan      : 6 Jumlah Halaman : 435 halaman ISBN : 978-623-96074-0-1      Novel Si Anak Pemberani bertemakan persahabatan dan kekeluargaan. Novel ini sangatlah seru jika mengikuti sampai akhir karena menghadirkan kisah kisah untuk membela keadilan. Novel yang ditulis oleh   Tere Liye, adalah nama pena yang digunakan oleh penulis bernama asli Darwis yang lahir di Kota Lahat, Sumatera Selatan, pada tanggal 21 Mei 1979. Ia memutuskan untuk menggunakan nama tersebut karena terinspirasi dari lagu India. Dari puluhan buku Tere Liye, serial ini adalah mahkotanya.           ...