Air
Mata dan Cokelat Susu
Karya : Ratna Naila Sari
Di tengah kota, hiduplah seorang ayah dengan satu anak perempuannya. Zahra nama anak perempuan itu, ia sangat menyukai olimpiade online dan terobsesi dengan nilai - nilai rapot yang tinggi. Suatu hari ia mengalami stres karena mengalami kegagalan dalam olimpiade online dan turunnya nilai - nilai rapot.
Setiap hari dia menangis di dalam kamarnya dengan memeluk sebuah boneka beruang yang berwarna cokelat, ayahnya sangat sedih dengan anaknya yang hampir setiap hari menangisi kegagalannya. Ketika siang hari ayah memanggil zahra dari luar kamar " putri kecilku ayo makan, ayah sudah memasak makanan kesukaanmu" zahra pun menjawab dengan suara yang kecil, bergetar, dan tidak terlalu jelas karena menangis "iya ayah, 30 menit aku akan turun ke bawah untuk makan" ayah pun pergi turun kebawah untuk menunggu putri kecilnya.
Setelah zahra mengusap air matanya, ketika sedang mengusap mata ia melihat terdapat seorang pria yang tampan dan berambut hitam pekat dengan pakaian tempo dulu yang sangat cocok di tubuhnya di depan ranjang kasurnya. Zahra terkejut dan sempat berteriak tetapi pria itu berbicara dan mengatakan "hai, jangan takut aku berasal dari bonekamu yang selalu kamu peluk" zahra pun terdiam dan bingung. Pria itu pun mendekati zahra dan mengatakan "jangan berlarut larut untuk kegagalanmu karena ini adalah prosesmu untuk menuju kesuksesan yang akan kamu raih".
Zahra pun masih terdiam dan termenung, lalu pria itu berbicara "ayo ikut aku, aku akan membawamu ke tempat yang Indah dan membuatmu melupakan semua hal yang menyedihkan di hidupmu" zahra menjawabnya "kemana kamu akan membawaku?", tanpa basa basi pria itu mendekat lalu memegang tangan zahra dan berkata pejamkan matamu dan buka matamu jika aku sudah menyuruhmu untuk membukanya. Zahra pun memejamkan matanya.
Setelah beberapa detik pria itu menyuruh zahra untuk membuka matanya, zahra sangatt terkejut dan sangat terpukau dengan apa yang ia lihat, ia berkata "tempat apa ini? aku belum pernah melihatnya". Pria itu berbicara "ayo ikuti aku" zahra mengikutinya dan terlihat di depannya terdapat sebuah sungai susu yang sangat deras dan jembatan yang terbuat dari cokelat zahra yang melihat itu sangat bahagia dan langsung menyebur ke dalam sungai susu dengan raut wajah yang begitu bahagia.
Tak berselang lama pria itu memanggil zahra " hei! ayo aku akan mengajakmu ke tempat selanjutnya yang ingin aku tunjukkan" zahra menjawab dengan muka yang sedih " aaaa, kemana kamu akan membawaku aku masih ingin bermain di sungai ini" pria itu berteriak "cepat naiklah atau aku akan meninggalkanmu!" zahra pun mengikuti perintah pria itu dan mengikutinya. Setelah berjalan cukup lama zahra melihat adanya rumah cokelat yang sangat Indah dan air terjun cokelat yang sangat derass, ia pun berlari ke dalam rumah itu dan memakan bagian bagian dari rumah itu dan berkata"wah ini adalah cokelat, cokelat ini sangatt enak dan manis", lalu ia berlari menuju ke air terjun dan meminum airnya yang mempunyai rasa cokelat yang sangat enak.
Setelah ia menikmati air terjun cokelat dan bagian dari rumah cokelat cukup lama pria itu pun mengajak zahra pulang "heii! ayo pulang kamu sudah lama kita berada di sini" zahra menjawab dengan mulut yang penuh dengan cokelat "aaaa aku masih ingin menikmati semua cokelat ini" pria itu pun memberi waktu untuk perempuan itu, setelah cukup lama pria itu memanggil "heii, ayo kamu sudah cukup lama kita berada disini kembalilah ayahmu menunggumu!"zahra pun mengangguk dan mendatangi pria itu. "ayo, kita pulang" ucap zahra, pria itu lalu berkata "tutup matamu dan pegang tanganku, buka matamu ketika aku menyuruhmu".
Tak berselang lama pria itu menyuruh wanita itu membuka matanya, ketika zahra sudah membuka matanya alangkah terkejutnya ia karena bingung kemana perginya pria tersebut, tak berselang lama ayahnya berteriak "zahraaaa, ayo makan kamu sudah 1 jam di dalam kamar dan tak kunjung turun ke bawah" zahra pun menjawab " iyaa ayah aku akan segera turun" zahra turun dengan keadaan bahagia dan bingung karena ia bahagia telah mendatangi tempat yang sangat Indah yang belum pernah ia kunjungi dan bingung karena hilangnya pria itu tanpa pamit.
Ayahnya yang melihat zahra dengan muka
yang terlihat bahagia membuat ayahnya tenang karena putri
kecilnya sudah tidak berlarut - larut dengan kesedihan yang di alaminya.
Komentar
Posting Komentar