ADAKU TIADA - TIADAKU ADANYA
Oleh : Qoyyumil Hikmah
Di pagi yang cerah, dalam kota yang indah, terlihat Arunika yang cantik menawan. Tepat
pada hari Rabu tanggal 12 bulan 12 tahun 2012, kebanyakan orang menyebutnya
hari cantik dan sangat langka, yang rumornya di yakini sebagai hari
keberuntungan.
"Ah, apa iya sekarang hari keberuntungan"
Pikirku, sampai pada jam 12 siang
terjadi suatu peristwa yang tidak biasa, samar-samar aku mendengar suara
seseorang sedang mengaji di dalam kamar nenek, tak lama kemudian aku mendengar
seseorang sedang memberi wejangan agama di tempat yang sama, karena penasaran
aku pun menghampiri kamar tersebut, dan
berniat untuk memasukinya, sebelum aku masuk aku sempat mengucap salam terlebih
dahulu, berhubung tak ada jawaban malah suara itu semakin jelas, aku semakin
yakin untuk masuk kedalamnya, saat aku membuka pintunya dengan rasa penasaran
dan sedikit takut, aku tak menemukan siapappun didalam kamar nenek, aku tak
henti-hentinya mengalunkan sholawat dalam hati, tiba-tiba saja nenek menepuk
bahuku dari belakang, aku sempat terkejut tapi tak lama aku bernafas lega saat
melihat siapa yang menepukku.
"Nduk, nenek mau bicara sama kamu" kata nenek padaku.
"Inggih Nek" jawabku
Tak lama nenek memberiku sebuah wejangan agama sekaligus kehidupan.
Nduk, pada dasarnya manusia itu punya pilihan buat berjalan di arah putih
atau arah hitam. Tapi hidup bukan sekedar putih atau hitam saja, melainkan
sebuah keberadaan yang sejatinya tiada, keberadaan yang benar-benar ada itu
hanya milik Tuhan semata. Jadi intinya dalam kehidupan, kita tidak ikut
memiliki, kita tidak ikut mengadakan juga tidak ikut mengakhiri, kewajiban kita
hidup untuk bersujud dan berusaha menjadi hamba_NYA yang baik dengan mengikuti suri tauladan kita
nabi muhammad lan sak temurune iku nduk, wong NU ciri khase iku iso moderat.
Hubungan kita dengan sesama makhluq_NYA terapkan
Mikul duwur mendem jeru seng artine angkaten jasa-jasane seng apik lan
pendemen kabeh keelekane kabh aib e ojo sampek disebar.
"Nduk, maeng seng sampean kerungu niku suarane abah rawuh"
"Inggih Nek" jawabku
Meski aku masih belum dewasa tapi Alhamdulillah Tuhan memberiku kefahaman
dan ini termasuk sebuah keberuntungan, aku sangat mensyukuri hal ini, karena
keberuntungan tidak harus tentang materi tapi juga ilmu, ketaqwaan, dan sikap
luhur.
"Sepertinya rumor tentang hari ini memang hari keberuntungan,
mengetahui adaku tiada-tiadaku adanya."
Komentar
Posting Komentar