NAMA KELOMPOK : Qoyyumil Hikmah
Labibatun Nisa’
Topik : Adab
Tujuan Umum : Memberitahukan ( informatif ) , memengaruhi
( persuasif ).
Tujuan khusus: Supaya audiens atau pendengar menegtahui pentingnya
sikap husnudzon dimana sikap husnudzon akan membuat hati menjadi bersih dari
sifat dengki dan penyakit hati lainnya.
Tema : Pentingnya Sikap Husnudzon
dalam Kehidupan Sehari-hari.
Kerangka teks ceramah : 1. Definisi Husnudzon
2.
Pentingnya sikap husnudzon
PENTINGNYA SIKAP HUSNUDZON DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Bismillahirrahmanirrahiim,
Alhamdulillahi rabbil‘alamin, washolatu was salaamu ‘ala asyrofil anbiyaa-i wal
mursaliina sayyidina wa maulaana muhammadin, wa‘ala aalihi wa shohbihi
ajma’iin. Amma ba’du
Hadrotul kirom poro alim ulama’
Yang terhormat, Bpk H. Abdul Kadir SH,MH selaku kepala Madrasah Aliyah
Almaarif Singosari.
Yang kami hormati, segenap Bapak, Ibu guru beserta staf-stafnya.
Dan tak lupa, teman-teman kelas XI Bahasa yang InsyaAllah menjadi ahli
syurga.
Puji Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT yang mana berkat rahmat serta hidaya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat.
Sholawat serta salam, kita haturkan pada sang revosional akbar, Nabi kita,
Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita dari jalan yang gelap menuju jalan
yang terang benderang yakni Addinul Islam wal iman.
Dalam kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan sedikit tentang pentingnya sikap husnudzon dalam kehidupan sehari-hari.
Sahabat
sekalian yang berbahagia...
Saat ini,
kita semua sudah tau bahwa sikap husnudzon adalah cara pandang mengenai sesuatu
secara positif, atau biasa dikenal dengan berprasangka baik. Tidak bisa
dipungkiri menerapkan sikap husnudzon dalam keadaan sehari-hari itu tidaklah
mudah. Salah satu faktor membuat kita sulit untuk menerapkan sikap husnudzon
yakni, adanya berbagai macam perbedaan yang tidak sedikit disekitar kita.
Dunia itu
tidak mungkin ada idealnya, karena didalamnya pasti ada perubahan. Perbedaan
tidaklah menjadi suatu masalah, saat kita bisa menyikapinya dengan baik, salah
satunya dengan menerapkan sikap husnudzon pada siapapun. Syech Abdul
Qadir Al-Jaelani pernah berkata “ jika kamu melihat orang yang lebih tua
darimu, maka yakinlah bahwa pahalanya lebih banyak darimu, dan jika kamu
melihat orang yang lebih muda darimu, maka yakinlah bahwa dosanya lebih sedikit
darimu“. Demikian inilah salah satu cara paling mudah untuk berhusnudzon setiap
waktu.
Dulu ada
kisah seorang ulama’ yang sedang berjalan, kemudian beliau bertemu dengan
seorang preman yang membawa arak lalu dia meminumnya. Ulama’ itu menasihati
preman agar tidak minum arak lagi, saat mereka berdua telah melewati pohon
yang berada di depannya, ulama’ itu tidak
lagi menasihati si preman. Kemudian, bertanyalah dia pada ulama’, “kenapa anda
tidak lagi menasihati saya? “ Ulama’ itu menjawab “ saya tidak menasihatimu
lagi, sebab setelah kita melewati pohon itu, saya tidak lagi melihatmu meminum
arak. Disitu saya yakin bahwa ada kemungkinan kamu sudah taubat, meskipun hanya
dalam hitungan detik, itu sangat memungkinkan buat seseorang bertaubat, bahkan
saat Allah menghendaki seseorang untuk bertaubat tidak butuh waktu lama. Bisa
jadi hanya setengah detik atau hanya sepersen detik hati orang itu sudah
tergetuk untuk taubat, dan taubatnya diterima oleh Allah” . Nah dari cerita itu
kita bisa tau bahwa tidak ada yang bisa tau akhir dari seseorang itu bagaimana,
kita tidak bisa menjust apa yang akan terjadi pada seseorang. Kita hanya bisa berusaha untuk bisa masuk
surga. Bisa jadi orang yang lebih baik dan itu semua usaha bukan menetapkan. Jadi,
jangan sampai kita berhenti untuk terus berusaha menjadi seseorang yang lebih
baik. Allah berfirman pada Surat Al-Imran ayat 104 yang berbunyi :
Alhamdulillahi rabbil‘alamin...
Demikian kiranya yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf jika ada salah kata yang terucap. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Akhir kata, saya ucapkan..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Isi :
1. Pengantar materi : Paragraf 4 ( Dalam kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan sedikit tentang pentingnya sikap husnudzon dalam kehidupan sehari-hari ).
2. Materi inti : Paragraf 5,6,7
ANALISIS KEBAHASAAN TEKS CERAMAH
1. Jika kamu melihat orang yang lebih tua darimu, maka yakinlah bahwa pahalanya lebih banyak darimu, dan jika kamu melihat orang yang lebih muda darimu, maka yakinlah bahwa dosanya lebih sedikit darimu. ( Kalimat Imperatif bersyarat )
2. Jangan sampai kita berhenti untuk terus berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. ( Kalimat Imperatif larangan )
3. Janganlah kita jadi seseorang yang kaku, yang tidak bisa mnerima segala perbedaan. ( Kalimat Imperatif larangan )
4. Jadilah seseorang yang yakin bahwa semua orang itu baik. ( Kalimat Imperatif perintah biasa )
5. Kita juga harus ingat, bahwa manusia itu berpotensi melakukan keburukan. ( Kalimat Imperatif saran )
Kami, teman-teman, kita, saya, sahabat, beliau, mereka, anda, kamu
1. Jika kamu melihat orang yang lebih tua darimu, maka yakinlah bahwa pahalanya lebih banyak darimu, dan jika kamu melihat orang yang lebih muda darimu, maka yakinlah bahwa dosanya lebih sedikit darimu. ( Hubungan Syarat )
2. Sebab setelah kita melewati pohon itu, saya tidak lagi melihatmu meminum arak. (Hubungan sebab atau alasan )
3. Dunia itu tidak mungkin ada idealnya, karena didalamnya pasti ada perubahan. (Hubungan sebab atau alasan )
4. Salah satunya dengan menerapkan sikap husnudzon pada siapapun. (Hubungan cara)
5. Disitu saya yakin bahwa ada kemungkinan kamu sudah taubat, meskipun hanya dalam hitungan detik. ( Hubungan konsesif )
6. Kita hanya bisa berusaha untuk bisa masuk surga. ( Hubungan tujuan )
7. Disitu saya yakin bahwa ada kemungkinan kamu sudah taubat. (Hubungan penjelasan atau komplementasi)
8. Sangat memungkinkan buat seseorang bertaubat, bahkan saat Allah menghendaki seseorang untuk bertaubat tidak butuh waktu lama. ( Hubungan lebih )
9. Ulama’ itu menasihati preman agar tidak minum arak lagi. ( Hubungan tujuan )
Komentar
Posting Komentar